Deram-deram: Kuliner Tradisional Jambi yang Hampir Punah

Daerah: Jambi

Deram-deram: Kuliner Tradisional Jambi yang Hampir Punah
Deram-deram adalah hidangan tradisional masyarakat Jambi yang terbuat dari ikan sungai (biasanya ikan baung atau lais) yang dimasak dalam bumbu kuning kental dengan campuran tempoyak (durian fermentasi). Kuliner ini merupakan varian unik dari gulai tempoyak yang hampir eksklusif ditemukan di daerah sepanjang Sungai Batanghari, terutama di Kabupaten Tanjung Jabung dan Muaro Jambi.

**Ciri Khas**:
- Tekstur kuah yang sangat kental hampir mirip bubur
- Rasa dominan asam dari tempoyak dengan sentuhan pedas
- Aroma kuat durian fermentasi yang khas
- Biasanya menggunakan ikan air tawar lokal
- Warna kuning keemasan dari kunyit

**Proses Pembuatan**:
1. Ikan segar dibersihkan dan dipotong besar-besar
2. Bumbu halus (kunyit, lengkuas, bawang, cabai) ditumis dengan tempoyak
3. Ditambahkan santan kental dan dimasak dengan api kecil
4. Ikan dimasukkan terakhir agar tidak hancur
5. Dimasak hingga kuah mengental dan berminyak

**Makna Budaya**:
Deram-deram merupakan bukti adaptasi masyarakat Jambi terhadap lingkungan sungai mereka. Hidangan ini:
- Sering disajikan dalam acara adat Melayu Jambi
- Menjadi simbol kekayaan alam sungai Batanghari
- Mengandung filosofi tentang pemanfaatan bahan lokal (ikan dan durian)
- Merupakan contoh teknik pengawetan makanan tradisional

**Kondisi Saat Ini**:
Sayangnya, Deram-deram termasuk kuliner yang mulai langka karena:
- Minimnya generasi muda yang bisa memasaknya
- Bahan tempoyak asli semakin sulit didapat
- Persaingan dengan makanan modern
- Hanya dikenal di kalangan masyarakat tertentu di Jambi

**Sumber Referensi**:
1. "Kuliner Tradisional Jambi" - Dinas Kebudayaan Provinsi Jambi (2018)
2. Wawancara dengan tetua adat di Muaro Jambi (2023)
3. "Teknik Fermentasi Tempoyak Masyarakat Melayu Jambi" - Universitas Jambi
4. Catatan perjalanan budaya di Desa Pematang Jering, Tanjung Jabung Timur

Deram-deram bukan sekadar makanan, melainkan warisan kuliner yang menyimpan kearifan lokal dan sejarah panjang masyarakat Jambi. Keberadaannya yang mulai langka patut menjadi perhatian untuk dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Nusantara.

Rekomendasi Serupa